Rantai Pasok Bahan Pangan Program MBG

Rantai Pasok Bahan Pangan Program MBG

Rantai pasok bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan suatu sistem yang terintegrasi dan terkoordinasi dalam mengelola aliran bahan pangan, informasi, serta pengendalian mutu, mulai dari sumber produksi hingga bahan pangan dimanfaatkan dalam proses pengolahan makanan di dapur MBG, sebagai bagian dari Cara Membangun Dapur Minimalis yang efisien, fungsional, dan sesuai standar. Sistem rantai pasok ini diselenggarakan untuk menjamin ketersediaan bahan pangan yang aman, bermutu, berkelanjutan, serta memenuhi standar gizi dan ketentuan keamanan pangan yang berlaku.

Tahap Tahap Dan TujuanRantai Pasok Bahan Pangan Program MBG 

Rantai Pasok Bahan Pangan Program MBG

1. Tujuan Rantai Pasok Bahan Pangan MBG

Penyelenggaraan rantai pasok bahan pangan MBG bertujuan untuk:

 

  1. Menjamin keberlanjutan dan kontinuitas pasokan bahan pangan bagi operasional dapur MBG.
  2. Menjaga mutu, keamanan, dan kesegaran bahan pangan sepanjang tahapan distribusi.
  3. Mendukung pemenuhan standar gizi sesuai dengan kebutuhan sasaran penerima manfaat.
  4. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengadaan serta distribusi bahan pangan.
  5. Meminimalkan risiko keterlambatan distribusi, kekurangan pasokan, serta pemborosan bahan pangan.
  6. Mewujudkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis.

2. Tahapan Rantai Pasok Bahan Pangan

Rantai pasok bahan pangan MBG diselenggarakan melalui beberapa tahapan utama sebagai berikut:

 

  1. Produksi dan Sumber Bahan Pangan
  • Bahan pangan diperoleh dari produsen primer, antara lain petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha pangan lokal.
  • Produsen diwajibkan memenuhi persyaratan mutu, keamanan pangan, dan ketentuan perizinan sesuai peraturan perundang-undangan.
  • Pemanfaatan dan pemberdayaan sumber pangan lokal diutamakan guna mendukung ketahanan pangan dan perekonomian daerah.
  1. Pengumpulan dan Pengolahan Awal
  • Bahan pangan dikumpulkan oleh pemasok atau distributor yang telah ditetapkan secara resmi.
  • Dilaksanakan kegiatan sortasi, pembersihan, dan pengemasan awal sesuai dengan karakteristik masing-masing bahan pangan.
  • Bahan pangan disimpan sementara dengan memperhatikan ketentuan suhu, kebersihan, dan sanitasi.
  1. Pengadaan dan Distribusi ke Dapur MBG
  • Pengadaan bahan pangan dilaksanakan berdasarkan rencana kebutuhan dapur MBG yang telah disusun.
  • Distribusi bahan pangan menggunakan sarana angkut yang layak, bersih, dan higienis.
  • Pengiriman bahan pangan dilakukan secara tepat waktu sesuai dengan jadwal operasional dapur MBG.
  1. Penerimaan dan Penyimpanan di Dapur MBG
  • Dilakukan pemeriksaan kesesuaian jumlah, mutu, dan kelayakan bahan pangan yang diterima.
  • Bahan pangan disimpan sesuai dengan karakteristiknya, baik sebagai bahan kering, dingin, maupun beku.
  • Diterapkan sistem FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expired First Out) secara konsisten guna menjaga mutu bahan pangan.
  1. Penggunaan dalam Produksi Makanan

 

  • Bahan pangan digunakan sesuai dengan menu, standar porsi, dan rencana produksi yang telah ditetapkan.
  • Seluruh penggunaan bahan pangan dicatat secara tertib sebagai dasar pengendalian stok dan bahan evaluasi.

3. Prinsip Rantai Pasok Bahan Pangan MBG

Penyelenggaraan rantai pasok bahan pangan MBG dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Menjamin keamanan dan mutu bahan pangan.
  2. Menjamin ketepatan jenis, jumlah, dan waktu pasokan.
  3. Menjunjung prinsip keberlanjutan dan efisiensi.
  4. Menjamin transparansi dan keterlacakan (traceability) pada seluruh tahapan.
  5. Memastikan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dan standar yang berlaku

4. Pengendalian dan Monitoring Rantai Pasok

Pengendalian dan monitoring rantai pasok bahan pangan MBG dilaksanakan melalui:

  • Pelaksanaan evaluasi dan verifikasi pemasok secara berkala.
  • Pemeriksaan mutu dan keamanan bahan pangan pada setiap tahapan rantai pasok.
  • Pemantauan jadwal pengiriman serta ketersediaan stok bahan pangan.
  • Pencatatan dan pelaporan seluruh aktivitas rantai pasok secara tertib dan sistematis.
  • Pelaksanaan tindak lanjut atas setiap temuan ketidaksesuaian.

5. Pihak yang Terlibat dalam Rantai Pasok

Penyelenggaraan rantai pasok bahan pangan MBG melibatkan beberapa pihak, antara lain:

  • Produsen bahan pangan, meliputi petani, peternak, dan nelayan.
  • Pemasok serta distributor bahan pangan.
  • Pengelola dan petugas logistik dapur MBG.
  • Tim produksi dapur MBG.
  • Pengawas internal atau pihak terkait dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Kesimpulan

Rantai pasok bahan pangan MBG merupakan komponen strategis dalam menjamin keberhasilan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Pengelolaan rantai pasok yang terencana, terintegrasi, dan diawasi secara sistematis akan menjamin ketersediaan bahan pangan yang aman, bermutu, dan berkelanjutan, sehingga mendukung kelancaran operasional dapur serta pencapaian tujuan pemenuhan gizi bagi seluruh penerima manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *