Beternak kambing pedaging menjadi salah satu usaha yang menjanjikan saat ini. Selain permintaan daging yang stabil, perawatan kambing relatif mudah. Namun, agar usaha ternak berhasil, peternak harus memilih jenis kambing pedaging yang tepat.
Jika peternak memilih jenis kambing yang sesuai, pertumbuhan cepat dan kualitas daging dapat maksimal, mendukung kesuksesan usaha kambing pedaging. Berikut 10 jenis kambing pedaging terbaik yang bisa menjadi pilihan.
1. Kambing Boer
Kambing Boer berasal dari Afrika Selatan dan dikenal memiliki pertumbuhan tubuh yang sangat cepat. Selain itu, tubuhnya besar dan dagingnya berkualitas tinggi.
Dengan demikian, banyak peternak menjadikan kambing Boer sebagai pilihan favorit karena berbagai keunggulannya. Dengan pemberian pakan bergizi secara rutin, kambing Boer dapat tumbuh optimal dalam waktu singkat.
2. Kambing Kacang
Kambing Kacang termasuk jenis lokal yang mudah beradaptasi dengan lingkungan Indonesia. Meskipun ukurannya lebih kecil dibanding Boer, dagingnya tetap lezat dan diminati pasar.
Selain itu, kambing Kacang tahan penyakit, sehingga perawatan lebih mudah. Oleh karena itu, kambing Kacang menjadi pilihan yang cocok bagi peternak pemula maupun usaha skala menengah.
3. Kambing Peranakan Etawa (PE)
Hasil persilangan antara kambing Etawa dan kambing lokal menghasilkan jenis kambing PE. Oleh karena itu, tubuhnya lebih besar daripada kambing Kacang dan pertumbuhannya pun cukup cepat.
Jika peternak memberikan pakan berkualitas dan menjaga kesehatan kambing, PE dapat menghasilkan keuntungan optimal. Oleh karena itu, kambing ini sering menjadi pilihan usaha skala menengah hingga besar.
4. Kambing Saanen
Meskipun Saanen dikenal sebagai kambing perah, beberapa peternak memanfaatkannya untuk pedaging. Dengan tubuhnya yang besar dan pertumbuhannya yang cepat, kambing Saanen menghasilkan daging tebal dan bernutrisi.
Oleh karena itu, dengan perawatan teratur, kambing ini bisa menjadi alternatif yang baik untuk diversifikasi ternak.
5. Kambing Anglo Nubian
Kambing Anglo Nubian memiliki ciri khas telinga panjang dan tubuh kuat. Selain itu, dagingnya tebal dan bernutrisi, sehingga cocok untuk pasar premium.
Jika peternak merawatnya dengan tepat dan memberi pakan bergizi, pertumbuhannya cepat. Karena itu, Anglo Nubian termasuk kambing pedaging yang menguntungkan.
6. Kambing Jamnapari
Jamnapari populer di Asia karena pertumbuhannya cepat dan tubuhnya tinggi. Selain itu, dagingnya banyak diminati, sehingga menjanjikan keuntungan tinggi bagi peternak.
Jika perawatan dan pakan dilakukan secara rutin, Jamnapari dapat tumbuh optimal dan siap dipasarkan dalam waktu singkat.
7. Kambing Madu
Kambing Madu merupakan jenis lokal yang tahan penyakit dan mudah beradaptasi. Dengan pemberian pakan teratur dan lingkungan yang bersih, pertumbuhannya optimal.
Karena itu, Madu menjadi pilihan tepat bagi peternak pemula maupun profesional yang ingin hasil cepat dan mudah dikelola.
8. Kambing Gembrong
Kambing Gembrong memiliki tubuh kekar dan daging tebal. Selain itu, kambing ini tahan terhadap cuaca ekstrem, sehingga dapat dipelihara di berbagai wilayah.
Dengan perawatan yang konsisten, Gembrong bisa menjadi sumber keuntungan yang stabil dan pilihan tepat untuk usaha ternak skala menengah.
9. Kambing Etawa Super
Berbeda dari kambing Etawa biasa, Etawa Super memiliki kualitas yang lebih unggul. Jika peternak merawatnya dengan intensif dan memberi pakan bergizi, pertumbuhan kambing ini cepat dan dagingnya tebal.
Oleh karena itu, Etawa Super sangat cocok untuk usaha ternak skala besar dengan hasil maksimal.
10. Kambing Kaligesing
Kambing Kaligesing memiliki reputasi baik berkat dagingnya yang lezat, yang merupakan ciri khas dari kambing asal Jawa Tengah ini. Tubuhnya ideal untuk penggemukan, sehingga perawatannya lebih mudah.
Jika manajemen ternak dilakukan dengan baik, Kaligesing dapat menjadi sumber keuntungan yang stabil bagi peternak.
Kesimpulan
Memilih jenis kambing pedaging yang tepat sangat penting untuk kesuksesan usaha ternak. Selain itu, pemberian pakan bergizi, perawatan rutin, dan pengelolaan kesehatan yang baik akan mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kualitas daging.
Peternak dapat menentukan jenis kambing pedaging sesuai tujuan usaha dan permintaan pasar, bahkan sekaligus mengolah limbah kelapa menjadi produk bernilai menggunakan mesin pembuat coconut oil.
