Pernah dengar soal fermentasi kopi basah? Nah, metode ini sering juga di sebut wet fermentation dan jadi salah satu langkah penting dalam pengolahan kopi. Tujuannya? Buat ngilangin lendir yang nempel di biji kopi setelah di kupas dari kulitnya.
Kalau proses ini di lakukan dengan benar, rasa kopi bisa makin bersih dan kompleks, loh! Buat kamu yang penasaran atau pengen mulai ngolah kopi sendiri, memahami cara fermentasi basah ini penting banget. Yuk, kita bahas satu per satu prosesnya biar kamu makin paham!
1. Kupas Kulit Buah Kopi Terlebih Dahulu
Langkah pertama sebelum masuk ke fermentasi basah adalah mengupas kulit buah kopi pakai mesin pulper atau alat manual. Hasil kupasan ini akan menghasilkan biji kopi yang masih dilapisi lendir.
Nah, lendir ini yang harus dibersihkan lewat proses fermentasi. Jadi, setelah dikupas, biji kopi nggak langsung dijemur, tapi dimasukkan dulu ke dalam wadah untuk difermentasi.
Usahakan kamu pakai buah kopi yang matang sempurna ya, biar rasa akhirnya tetap optimal dan nggak ada aftertaste yang aneh.
2. Simpan dalam Wadah Fermentasi
Setelah dikupas, biji kopi dimasukkan ke dalam wadah tertutup seperti ember plastik besar atau bak semen. Wadahnya harus bersih dan bebas dari sisa kotoran, karena kotoran bisa bikin rasa kopi jadi rusak.
Fermentasi dilakukan tanpa tambahan air. Cukup rendam biji kopi dalam lendirnya sendiri, dan biarkan proses alami berjalan. Biasanya, fermentasi ini berlangsung selama 12 sampai 36 jam, tergantung suhu dan kelembapan.
Kuncinya adalah sering cek lendirnya. Kalau udah bisa di gosok dan hilang dengan mudah, berarti prosesnya selesai.
3. Cuci Biji Kopi Sampai Bersih
Setelah fermentasi selesai, lendir kopi udah mulai terurai dan gampang banget di bilas. Nah, tahap selanjutnya tinggal cuci biji kopi pakai air bersih, bisa dengan tangan atau alat khusus seperti washing channel.
Proses cuci ini penting banget buat ngilangin sisa sisa lendir dan bakteri hasil fermentasi. Cuci sampai airnya nggak keruh lagi ya, itu tandanya biji udah bersih. Biji kopi yang udah bersih ini nanti bakal lebih gampang dijemur dan kualitasnya lebih stabil.
4. Jemur Hingga Kadar Air Turun
Setelah dicuci bersih, kopi siap di jemur di atas para para atau terpal. Proses penjemuran ini penting untuk menurunkan kadar air dalam biji sampai sekitar 12%.
Jemur di bawah sinar matahari langsung, tapi jangan di tumpuk tebal tebal ya. Aduk secara berkala supaya biji kering merata dan nggak jamuran. Biasanya butuh waktu 7 sampai 14 hari tergantung cuaca.
Kopi yang udah kering ini di sebut parchment coffee dan siap masuk ke proses berikutnya seperti hulling dan sortasi.
5. Tips Tambahan: Jaga Suhu dan Kebersihan
Kalau kamu mau hasil fermentasi yang konsisten, pastikan suhu lingkungan nggak terlalu ekstrem. Suhu ideal buat fermentasi basah itu sekitar 20–30°C. Di bawah atau di atas itu, proses bisa melambat atau terlalu cepat.
Jangan lupa juga kebersihan! Semua alat dan wadah harus di cuci sebelum dan sesudah fermentasi. Kotoran kecil bisa bikin rasa kopi berubah jadi aneh atau bahkan bikin gagal panen.
Pokoknya, kalau kamu rawat proses ini dengan hati-hati, hasil kopinya pasti lebih bersih, segar, dan punya rasa yang lebih kompleks.
Kesimpulan
Fermentasi kopi basah adalah salah satu cara terbaik buat ngolah kopi biar rasanya makin clean dan enak. Meski butuh ketelatenan, hasilnya sebanding banget dengan usaha yang di keluarkan. Mulai dari kupas kulit, simpan di wadah fermentasi, cuci, sampai jemur semua harus di lakukan dengan teliti.
Kalau kamu pengin ngolah kopi sendiri di rumah atau skala kecil, teknik fermentasi basah ini wajib banget di coba. Nggak cuma nambah ilmu, tapi juga bisa hasilin kopi dengan cita rasa khas buatan sendiri!
